Jakarta – Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta menggelar Wisuda Program Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Puri Ardhya Garini Halim Perdanakusuma . Dalam momentum tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, menyampaikan apresiasi kepada UIC sekaligus berpesan kepada para wisudawan agar mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dr. Henri mengapresiasi Rektor UIC, jajaran pimpinan, Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC), dosen, dan seluruh sivitas akademika yang dinilai konsisten dalam menjaga mutu pendidikan di tengah dinamika zaman.
“Atas nama LLDIKTI III, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Rektor Universitas Ibnu Chaldun, jajaran pimpinan, Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (Y.P.P.I.C.), serta seluruh sivitas akademika yang secara konsisten dalam menjaga mutu pendidikan di tengah dinamika zaman,” ujarnya.
Dr. Henri berpesan Kepada para wisudawan bahwa gelar akademik bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memasuki dunia profesional dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Dunia di luar kampus tidak akan menguji Saudara dari seberapa panjang gelar tersebut, melainkan dari seberapa besar kontribusi yang bisa Saudara ciptakan,” ujarnya.
Dr. Henri juga mengingatkan lulusan agar ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh selama perkuliahan tidak berhenti sebagai teori, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat dan kebutuhan industri.
“Ilmu pengetahuan dan teknologi yang Saudara pelajari selama di bangku kuliah tidak boleh berhenti menjadi sekadar tumpukan teori atau jurnal di perpustakaan. Ilmu tersebut harus hidup, memecahkan masalah nyata di masyarakat, dan relevan dengan tuntutan industri,” jelasnya.
Selain berusaha mencari kerja, para lulusan juga harus berani menciptakan peluang dan lapangan kerja. Di tengah perkembangan teknologi, para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi mampu mengembangkan dan memanfaatkannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.
Di sisi lain, Dr. Henri juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kompetensi dan nilai moral. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan UIC dalam membentuk Tunas Sarjana yang Unggul dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta Kokoh dalam Iman dan Taqwa (IMTAQ).
“Inilah sejatinya identitas Saudara, yakni cendekiawan yang mampu memadukan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan yang berazaskan Pancasila,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Dr. Henri berpesan agar para lulusan terus mengembangkan kemampuan beradaptasi, membangun jejaring, serta menjaga integritas ketika memasuki dunia profesional.
“Gelar ini bukanlah garis akhir pencapaian Saudara, melainkan titik mula untuk menyerap ilmu-ilmu baru langsung dari dinamika lapangan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Penulis: Muhamad Rayhan